Senin, 30 Januari 2012

PROMO SUPERMARKET YANG MENGGIURKAN…. BENER ATAU TIDAK YA?

Sabtu kemarin, Saya baru saja pergi bersama istri ke sebuah Supermarket besar di Jakarta Selatan. Kita kesana karena selesai mengadiri perkawinan rekan kantor. Sebelum kami berbelanja, seperti biasa Istri Saya mengambil gambar katalog yang disediakan di rak depan pintu masuk.
Saat itu Istri Saya menanyakan apakah saya memiliki Kartu Kredit dari sebuah Bank yang bekerja sama dengan Supermarket tersebut. Saya bilang Saya tidak punya dan Saya tanyakan mengapa Istri Saya menanyakan hal tersebut. Istri Saya menjawab karena lumayan dimana apabila kita belanja dengan kartu tersebut, maka kita akan mendapatkan diskon belanja sebesar 3% dan bahkan untuk merek tertentu yang dikelola oleh supermarket itu, diskon akan mencapai angka 5%.
Memang lumayan sih namun hitungan Saya kalau Saya belanja 2 juta saja, maka diskon minimal yang akan saya dapatkan adalah Rp. 60.000,- saja. Memang diskon ini adalah diskon yang menarik jika kita berbelanja dalam jumlah besar, namun jika kita hanya belanja dalam jumlah kecil tidak akan terlalu terasa.
Kami melanjutkan belanja hari itu dan kami hendak membeli susu anak. Kami mendapati ada promo susu dimana harga satu box yang biasanya Rp. 45.000,- saat itu hanya Rp. 42.500,- per box dan apabila mengambil 4 box, maka kami akan diberikan sebuah Container Susu berukuran 1000 ml dengan merek yang cukup terkenal. Kami tertarik membelinya.
Nah saat itu Saya langsung menghitung sederhana saja. Jika Saya membeli Susu sebanyak 4 box tanpa promo, maka Saya baru saja mengeluarkan uang sebesar Rp. 45.000,- X 4 kotak atau setara dengan Rp.180.000,- nah… saat itu Saya berhitung dengan harga promo, maka saya hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 42.500.- X 4 kotak = Rp. 170.000,- Selisihnya hanya Rp. 10.000,- saja. Namun yang menarik adalah Saya diberikan hadiah 1 buah container susu merek terkenal yang setelah saat itu saya cek harga container tersebut di tempat yang sama dijual dengan harga Rp. 55.900,- Jadi Saya total baru saja menghemat Rp. 65.900,- jadi kalau mau dihitung harga per box susu, maka Saya baru saja mendapati harganya sebesar Rp. 180.000,- dikurangi Rp. 65.900,- dibagi 4 box atau sama dengan Rp.28.525,- per box susu. Masih ditambah lagi diskon kartu jika saya miliki 3%, maka akan saya dapati harga tersebut lebih murah lagi.
Memang menggiurkan sih promo tersebut. Namun perlu diketahui bahwa prinsip produsen bahwa tidak akan menjual barang namun harus merugi. Promosi penting dilakukan demi meningkatkan jumlah pelanggan untk setia kepada produk tersebut. Jadi sebenarnya benar atau tidak promosi susu tersebut? Kalau Saya boleh usul sih sebaiknya percaya bahwa harga susu sebenarnya tidak murah, namun selalu ingat bahwa beli pada saat yang tepat. Sebenarnya harga di supermarket bisa ringan bukan hanya tergantung produsen, namun bisa juga tergantung distributor.  Menyenangkan jika kita mencoba berfikir seperti ini hany asekedar menambah ilu pengetahuan kita. Dapatkan cerita dan tips yang Anda inginkan atau komen ke henry.januar@gmail.com untuk berbagi cerita. Have A Good Day.. it’s a Fun – nancial things for us to learn.

Jumat, 27 Januari 2012

TIPS UNTUK TRANSAKSI AMAN DI PERDAGANGAN BERJANGKA JAKARTA (INFORMASI: JAKARTA FUTURES EXCHANGE)

1.       Bertransaksi Melalui Broker Resmi yang memiliki Izin Perusahaan Pialang dari BAPPEBTI. (Klik http://bappebti.go.id/?pg=pelaku_pasar_pialang).
2.       Bertransaksi melalui cabang resmi dari Perusahaan Broker (Klik http://bappebti.go.id/?pg=pelaku_pasar_kantor).
3.       Pastikan Wakil Pialangnya memiliki sertifikat Wakil Pialang dari Bappebti. (Klik http://bappebti.go.id/?pg=pelaku_pasar_wakil_pialang).
4.       Pastikan perjanjian pembukaan rekeningnya memadai dan sesuai dengan ketentuan.
5.       Pahami produk dengan baik dan lakukan simulasi.
6.       Lakukan Transfer dana untuk transaksi pada rekening segregated yang terdaftar di JFX.
7.       Lakukan Transaksi pada Produk resmi yang sudah mendapat izin dari Bappebti (Klik http://jfx.co.id/id/spesifikasi-produk.html).
8.       Awali transaksi melalui produk multilateral seperti Olein, emas, KIE,KGE dan Kakao.
9.       Pastikan transaksi anda terdaftar di system JFX (Jafets 3).

10.   Miliki rencana trading yang baik dengan memperhatikan faktor resiko.
Intinya sebelum berinvestasi, kenali betul barang yang akan Anda beli agar tidak tertipu. Senangnya berbagi dengan rekan-rekan dan TIPS ini hasil dari program perkenalan Perdagangan Berjangka oleh JFX.

Kamis, 26 Januari 2012

DIFFERENT WAYS TO SELL INSURANCE, AGENCY OR DIRECT / DIRECT SELLER.

In the insurance world, we used to meet a wide range of products sold by the marketing apparatus. Products are sold are also very diverse and somewhat true if you consider that similar types of insurance products. One important distinction between an insurance product that is of how to sell it.

Insurance companies use multiple distribution channels to market their products through the distribution of agency (partner of the company) which is called the Agency Distribution, sales via phone (Telemarketing), sales through the bank (bancassurance), and sales through direct staff (Direct Marketing) and there are still some ways more.

For the manner commonly used by the sales to be touched directly to prospective customers is by way of the Agency and Direct Marketing. Why is that? Because the company can cut off direct communication channels so that messages can be directly delivered products were well received. From both this distribution, the distribution through the Agency will provide administrative value (acquisition cost) is very expensive. Usually the company will issue up to 100% of first year premium for its product marketing activities. And this time the Agency that is in some insurance companies have such a career because it has a hierarchy of up to 7 levels. The cost of this expensive cost that almost resembles multi-level causes of this distribution expensive. Surely this expensive cost borne by the customer. Therefore, if we buy a product from this distribution, you should already well acquainted with the agent and you should seek the best possible care in a long time period due to the high cost of these distributions. This method is actually good, but depending on how the company's vision to manage the marketing manpower to be able to help clients through other programs. Actually expensive cost is part of the cost of promotional and corporate communication to customers and the cost of the importance of socialization for our insurance products.

Another story with Direct. The marketing of this distribution are company employees who earn income and certainly did not expect the commission. So for this distribution, not use the variable costs but using fixed and predictable costs. For this distribution is very rarely used because it is usually a corporate partner will see this as a revenue income is limited. However, the current advantage for customers is the cost of acquisition has ensured low and customer service will be handled directly by the company.

So which one is best for your company or clients of these two distributions? Actually should have combined these two things. The trick? We can discuss directly through direct mail. If there is any other ideas or opinions to build, just post your comment or email it to henry.januar@gmail.com Dare to argue on this review? There is always a fun way to learn finance and if we know the tips and tricks ... It's a Fun-nancial Tips and Tricks Have A Good Day.

PERBEDAAN CARA MENJUAL ASURANSI DENGAN CARA AGENCY DAN CARA DIRECT / PENJUAL LANGSUNG.

Dalam dunia asuransi, kita biasa temui berbagai macam produk yang dijajakan oleh aparat pemasarannya. Produk yang dijajakan juga sangat beragam dan sedikit banyaknya kalau diperhatikan sebenarnya jenis produk asuransi tersebut mirip. Salah satu yang membedakan produk asuransi tersebut adalah dari cara menjualnya.

Perusahaan asuransi menggunakan beberapa jalur distribusi untuk memasarkan produknya yaitu melalui distribusi keagenan (mitra perusahaan) yang biasa disebut Agency Distribution, penjualan melaui telepon (Telemarketing), penjualan melalui Bank (bancassurance), penjualan melalui staff langsung (Direct Marketing) dan masih ada beberapa cara lagi.

Untuk cara yang lazim digunakan oleh penjualan untuk dapat menyentuh langsung kepada calon nasabah adalah dengan cara Agency dan Direct Marketing. Mengapa demikian? Karena secara langsung perusahaan dapat memotong jalur komunikasi sehingga pesan produk yang disampaikan dapat langsung diterima dengan baik. Dari kedua distribusi ini, distribusi melaui Agency akan memberikan nilai administrasi (biaya akuisisi) yang sangat mahal. Biasanya perusahaan akan mengeluarkan hingga 100% dari premi tahun pertama untuk kegiatan pemasaran produknya. Dan saat ini Agency yang ada di beberapa perusahaan asuransi sudah seperti karir karena memiliki jenjang jabatan hingga 7 level. Biaya yang mahal inilah yang hampir menyerupai multi level yang menyebabkan mahalnya distribusi ini. Tentunya biaya mahal ini yang ditanggung oleh nasabah. Oleh karena itu, jika kita membeli produk dari distribusi ini, sudah sebaiknya Anda kenal baik dengan Agen tersebut dan Anda harus minta pelayanan sebaik mungkin dalam jangka waktu yang tidak sebentar dikarenakan mahalnya biaya distribusi ini. Cara ini sebenarnya baik, namun tergantung bagaimana visi perusahaan mengelola tenaga marketingnya agar bisa membantu nasabah melalui program lain. Sebenarnya biaya mahal tersebut adalah bagian dari biaya promosi dan komunikasi antar perusahaan kepada nasabah serta biaya sosialisai pentingnya produk asuransi untuk kita.

Lain ceritanya dengan Direct. Para pemasaran distribusi ini adalah karyawan perusahaan yang mendapatkan pendapatan pasti dan tidak mengharap komisi. Jadi untuk distribusi ini,  tidak menggunakan biaya variabel namun biaya tetap dan bisa diprediksi. Untuk distribusi ini sangat jarang digunakan karena biasanya mitra perusahaan akan melihat pendapatan ini sebagai pendapatan terbatas. Namun saat ini keuntungan bagi nasabah adalah biaya akuisisi sudah dipastikan rendah dan pelayanan nasabah akan ditangani langsung oleh perusahaan.

Jadi mana yang terbaik bagi perusahaan atau nasabah dari dua distribusi ini? Sebenarnya seharusnya digabungkan kedua hal ini. Caranya? Kita bisa diskusikan secara langsung melalui email direct. Apabila ada ide lain atau pendapat membangun, just post your comment atau email saja ke henry.januar@gmail.com. Berani berpendapat pada ulasan ini??? Selalu ada jalan dan menyenangkan belajar keuangan apabila kita tahu Tips dan Tricknya... It’s a Fun-nancial Tips and Trick. Have A good Day.

Rabu, 18 Januari 2012

BI CUTS INTEREST RATE FOR ‘IDLE MONEY’ AND WHAT ARE THE ADVANTAGES FOR INSURANCE AGENTS.

Quote From Jakarta Globe by: Dion Bisara | January 17, 2012
Bank Indonesia will cut the interest rate of its overnight deposits facility for commercial banks by 50 basis points to 4 percent, effective today, in a bid to stimulate growth and encourage banks to lend more.

The move will bring the rate, called Fasbi, 2 percentage points below the BI benchmark policy rate, which is currently at 6 percent. The Fasbi rate applies to idle money that private banks leave with the central bank when they have excess liquidity. The rate will not apply to banks’ statutory reserves at the central bank.

“The lowering of the overnight corridor should discourage banks from parking money with BI,” Difi Johansyah, a spokesman for the central bank, told reporters on Tuesday.

Difi added that amid global economic uncertainties, BI needs to make sure that liquidity remains strong in the banking system.

Economists said the central bank had eased its monetary stance to spur growth amid gobal uncertainties, without having to cut its policy rate.

The central bank resisted cutting its benchmark rate last week for a second consecutive month as a precaution to a possible acceleration in inflation this year due to a government plan to raise electricity tariffs, and ban private cars in Java and Bali from using subsidized fuel.

“This is an unofficial rate cut. The BI rate is becoming less relevant right now. This also shows that BI actually is not too concerned about inflationary pressures,” said Fauzi Ichsan, an economist at Standard Chartered Bank in Jakarta.

In September 2011, BI widened the spread between the Fasbi rate and BI rate to 150 basis points from 100 basis points previously. The BI rate at that time was 6.75 percent and the Fasbi rate was brought to 5.25 percent from 5.75 percent previously.

Fauzi said that with the lower Fasbi rate, lenders would have more liquidity and therefore be able to lend more cheaply.

Indonesian banks are aiming to boost lending by 23.6 percent this year, deputy governor Halim Alamsyah said last week, citing the banks’ business plans that are regularly reported to the central bank.

Review by Henry: And what we benefit as a principal marketing agent for an insurance company in particular? The greater the risk of turnover to be faced by investors where investment opportunities are opened like this, gives you the opportunity to offer future protection of the money that will be played by the investors. And even more wonderful is, you are likely to enter the market at the top of the pyramid where not many people who do this and usually people with incomes at the top of the pyramid was the one who did this. Investors do not immediately rush to the left.

If there is any other ideas or opinions to build, just post your comment or email it to henry.januar@gmail.com Dare to argue on this review? There is always a fun way to learn finance and if we know the tips and tricks ... It's a Fun-nancial Tips and Tricks Have A Good Day.

Selasa, 17 Januari 2012

FUN - NANCIAL TIPS AND TRICKS: APA BAGUSNYA KITA BELI ASURANSI JIKA BIAYA AKUISIS...

FUN - NANCIAL TIPS AND TRICKS: APA BAGUSNYA KITA BELI ASURANSI JIKA BIAYA AKUISIS...: Pada kesempatan ini, Saya mau membagikan ilmu sedikit kepada para rekan-rekan yang memiliki produk asuransi jiwa dari berbagai perusahaan ...

APA BAGUSNYA KITA BELI ASURANSI JIKA BIAYA AKUISISI (BIAYA ADMIN) TINGGI?

Pada kesempatan ini, Saya mau membagikan ilmu sedikit kepada para rekan-rekan yang memiliki produk asuransi jiwa dari berbagai perusahaan khususnya produk unit link.

Coba rekan-rekan perhatikan produk yang dimiliki. Produk tersebut memiliki keunikan yaitu memberikan perlindungan dan investasi dalam akun yang sama dimana nasabah akan dimudahkan untuk memperoleh perlindungan juga memiliki investasi dalam akun yang sama.

Namun pada dasarnya penggabungan ini adalah dua prinsip yang berbeda dimana perlindungan adalah satu hal dan investasi adalah hal lainnya. Namun memang apabila nilai investasi bisa tinggi, maka seakan premi asuransi atau premi perlindungan akan terbayar dari hasil investasi.

Jika ini memang yang dituju lalu mengapa kita selalu lupa untuk meneliti polis dimana sebagian besar para pemasaran memberikan proposal penawaran dengan nilai akuisisi yang sangat tinggi. Nilai akuisisi ini selelu didalihkan sebagai nilai pelayanan. Memang benar pendapat tersebut namun boleh Saya bilang sebagai pelaku asuransi, sebagian besar aparat pemasaran memanfaatkan biaya akuisisi untuk memperbesar nilai komisi dan nilai marketing. Apakah hal ini bisa direm? Sebenarnya bisa, namun memang perusahaan asuransi hanya memberikan himbauan saja bukan melarang. Perhatikan saja pada polis Anda dimana apabila anda telah membeli asurani dan anda cek berapa nilai investasi pada tahun pertama sampai tahun ketiga dibandingkan dengan uang yang telah Anda setorkan kepada produk yang Anda beli tersebut.

Hampir dibilang pasti bahwa uang yang Anda setorkan belum memberikan hasil bahkan apabila nilai unit sedan turun, maka nilai yang anda hasilkan dari produk unit link Anda bahkan akan bergerak turun.

Apakah anda mau membeli produk yang seperti ini? Sepertinya Anda bisa konsulkan bagaimana sebaiknya produk asuransi yang Anda beli. Tidak merupakan kesalahan membeli produk unit link ada Anda tahu esensi dari produk yang Anda beli. Apabila ada ide lain atau pendapat membangun, just post your comment atau email saja ke henry.januar@gmail.com. Berani berpendapat pada ulasan ini??? Selalu ada jalan dan menyenangkan belajar keuangan apabila kita tahu Tips dan Tricknya... It’s a Fun-nancial Tips and Trick. Have A good Day.